(Sumber Foto: Google Image)
Sebagian banyak orang
berpikir bahwa seseorang dengan kepribadian introvert merupakan pengidap
antisosial. Padahal, introvert tidak sama dengan antisosial. Seseorang dengan
kepribadian introvert tidak memiliki masalah dalam hal berinteraksi dengan
orang lain. Tetapi, energinya akan mudah terkuras habis jika terlalu lama menghabiskan
waktu dengan orang lain dalam satu waktu. Sedangkan, antisosial merupakan
gangguan kepribadian dengan kondisi yang terbentuk dari pengalaman pribadi dan
perilaku menyimpang. Seseorang yang mengidap antisosial bisa introvert atau
ekstrovert.
Kepribadian ekstrovert
selalu menggunakan energinya untuk melakukan berbagai kegiatan dan cenderung
aktif dalam mengambil tindakan yang ada di dalam pikirannya. Oleh karena itu, seseorang
dengan kepribadian ini juga bisa mengidap gangguan kepribadian antisosial
karena perilaku ini bersifat eksploitatif dan penuh tipu muslihat.
Gangguan kepribadian
antisosial cenderung bertindak kriminal, seperti mengabaikan hukum, melanggar
hak orang lain, melakukan tindak kejahatan, penyalahgunaan zat, serta
berperilaku agresif tanpa alasan yang logis. Antisosial menyiratkan perilaku
membenci orang lain atau antagonisme terhadap orang lain maupun tatanan sosial
umum.
Penyebab pengidap gangguan kepribadian antisosial dilatarbelakangi oleh masalah yang berasal dari keluarga yang juga mengalami gangguan kepribadian
antisosial yang mengakibatkan pengidap mengalami tanda gejala awal di usia muda
yang mengarah pada kecacatan personal.
Menurut Ikhsan Bella Persada, M.Psi., Psikolog, gangguan kepribadian antisosial dapat
disembuhkan dengan terapi kognitif dan perilaku untuk mengubah pola pikir yang
salah atau tidak rasional. Terapi tersebut membutuhkan proses yang sangat
panjang dan konsisten untuk lepas dari gangguan tersebut dan perbaikan diri
pengidapnya.
Komentar
Posting Komentar