Pesan Lain dalam Kisah Timun Mas, Raksasa Tidak Sepenuhnya Salah.



                                     (Sumber Foto: Tangkapan Layar dari kanal Youtube: Dongeng Kita)


Timun Mas merupakan salah satu dongeng di Indonesia yang pernah kita dengar atau baca di masa kanak-anak, berkisah tentang perjuangan seorang ibu menyelamatkan anaknya dari sergapan raksasa. Timun Mas memiliki pesan berupa kasih sayang seorang ibu kepada anaknya, akan tetapi dalam kisah ini juga memiliki pesan lain. Mari kita baca kembali kisah Timun Mas.

Alkisah hiduplah seorang janda tua yang kesepian bernama Mbok Srini. Kian hari ia mengharapkan keajaiban berupa kehadiran anak untuk menemaninya. Kemudian pada suatu malam, ia kedapatan mimpi aneh didatangi Raksasa yang memberikan pesan untuk mengambil bungkusan yang terletak di bawah pohon besar dan berkata bahwa itu merupakan jawaban dari harapannya.

Mbok Srini pun terbangun, ia kemudian menuju hutan dan melihat pohon yang persis ada di dalam mimpinya. Ternyata benar, terdapat sebuah lubang dan ditemukan sebuah bungkusan yang sangat kecil. Penasaran dengan isinya, Mbok Srini membuka bungkusan tersebut dan ternyata isinya adalah sebuah biji mentimun.

Seketika terdengar suara yang menyeramkan dan lantang. Suara itu berasal dari sang Raksasa yang ada di mimpinya hadir tepat di depan matanya. Raksasa ingin membuat kesepakatan dengan Mbok Srini untuk menanam biji timun yang ia berikan sampai biji itu tumbuh menjadi seorang anak perempuan yang bisa menemani Mbok Srini dalam waktu tertentu, sebelum kemudian diambil oleh raksasa. Mbok Srini pun menyetujui kesepakatan tersebut. 


                                      (Sumber Foto: Tangkapan Layar dari kanal Youtube: Dongeng Kita)


Setiap harinya Mbok Srini rutin merawat biji mentimun itu dan setelah dirawat dengan baik olehnya, tanaman tersebut tumbuh menjadi seorang anak perempuan. Anak itu diberi nama Timun Mas. Mbok Srini merawat Timun Mas dengan penuh kasih sayang selayaknya ibu kepada anaknya.


                                     (Sumber Foto: Tangkapan Layar dari kanal Youtube: Dongeng Kita)


Seiring berjalannya waktu, Timun Mas kini tumbuh besar menjadi gadis yang cantik dan hari yang disepakati mulai dekat. Raksasa kian hadir kembali di dalam mimpi Mbok Srini untuk menagih janji untuk mengembalikan Timun Mas. Mbok Srini dengan perasaan keibuannya tidak rela anaknya itu diambil oleh Raksasa, dan mencari siasat untuk menyelamatkan Timun Mas. Bantuan datang dalam bentuk seorang petapa yang memberikan empat bungkusan. Bungkusan ini berisi senjata yang bisa digunakan melawan raksasa. Sebelum kedatangan Raksasa, Mbok Srini menyuruh Timun Mas untuk bersembunyi.


                                       (Sumber Foto: Tangkapan Layar dari kanal Youtube: Dongeng Kita)


Sudah tiba waktunya Raksasa menagih janji Mbok Srini. Dentuman yang sangat keras berasal dari langkah kaki Raksasa yang mendatangi gubuk milik Mbok Srini, dan meminta Timun Mas untuk ikut dengannya. Ia menghadapi Raksasa dan Timun Mas lari sejauh mungkin setelah Mbok Srini menyuruhnya pergi. Raksasa pun marah mengetahui bahwa Mbok Srini mengingkari kesepakatan mereka.

Raksasa yang marah kemudian mengejar Timun Mas. Timun Mas yang panik mengeluarkan bungkusan yang diberikan oleh petapa untuk menghalau raksasa. Bungkusan yang pertama berisi biji timun. Timun Mas melempar biji itu dan ketika dilemparkan membuat area di belakangnya ditumbuhi tanaman timun yang begitu banyak hingga membelit Raksasa, tetapi cara ini gagal untuk menghentikannya dan Raksasa kembali mengejar Timun Mas.


                                      (Sumber Foto: Tangkapan Layar dari kanal Youtube: Dongeng Kita)


Setelah cara pertama gagal, kemudia Timun Mas melemparkan bungkusan kedua yang berisi jarum. Jarum itu berubah jadi hutan bambu yang runcing dan melukai raksasa. Kembali, cara yang digunakan ini masih gagal.

Pada bungkusan ketiga, Timun Mas melemparkan garam ke tanah tepat di belakangnya. Raksasa yang makin murka tak peduli, dan mendadak terjebak di dalam lautan luas. Sial, raksasa masih bisa melewati halangan ini.

Raksasa itu terus mengejar Timun Mas meskipun sudah kelelahan. Tersisa satu bungkusan lagi untuk melawan Raksasa. Penuh harapan Timun Mas melempar bungkusan yang ternyata berisi sepotong terasi. Kali ini terasi tersebut berubah menjadi lumpur hisap. Raksasa itu berteriak meminta tolong ketika tubuhnya terhisap lumpur.

Tubuh Raksasa yang besar tidak mampu melawan hisapan lumpur karena kelelahan. Ia pun tewas terhisap lumpur. Timun Mas yang selamat, kembali berkumpul dengan Mbok Srini dan hidup bahagia hingga akhir waktu.

 

                                       (Sumber Foto: Tangkapan Layar dari kanal Youtube: Dongeng Kita)


Pesan Moral Cerita Rakyat Timun Mas

Mengetahui isi cerita yang sering kita dengar atau baca, Timun Mas memiliki pesan berupa kasih sayang seorang ibu kepada anaknya, akan tetapi dalam cerita Timun Mas juga memiliki makna lain.

Seperti yang kita baca cerita di atas, Mbok Srini mengingkari kesepakatan Raksasa. Ingkar janji merupakan persoalan yang serius dan sering terjadi di tengah masyarakat. Ingkar janji berasal dari salah satu pihak tidak dapat lagi memenuhi janji yang telah disepakati kedua belah pihak. Melakukan perbuatan ingkar janji juga bisa berarti orang tersebut berbuat kebohongan kepada orang lain.

Dalam kisah Timun Mas, Raksasa tidak sepenuhnya salah karena ia hanya menagih janji dari kesepakatan dengan Mbok Srini dan Mbok Srini tidak sepenuhnya benar karena rasa sayangnya ke Timun Mas membuat ia mengingkari kesepakatannya dengan raksasa.

Dalam memahami isi cerita sepenuhnya, kita harus mengambil kesimpulan cerita tidak hanya dari satu sudut pandang saja. Banyak sekali pesan yang bisa kita ambil dari kisah Timun Mas berdasarkan sudut pandang yang berbeda.  

Komentar